Kota Padang

DPRD Padang 'Hujani' Ketua Baznas Ragam Pertanyaan Terkait Penyaluran Bantuan Zakat


Padang(SUMBAR) | Andilnews- Setelah beberapa kali diundang tak hadir, Ketua Baznas Kota Padang, Epi Santoso akhirnya menghadiri langsung rapat dengar pendapat (Hearing) dengan Komisi IV DPRD Kota Padang, Senin (23/4/2018).

Epi Santoso didampingi beberapa orang pimpinan Baznas lainnya. Padahal, beberapa kali hearing terkait penyaluran bantuan zakat sebelumnya, Epi Santoso selalu diwakili bawahannya. Sementara dari DPRD Padang hadir Ketua DPRD Elly Thrisyanti, Wakil Ketua DPRD Wahyu Iramana Putra, Ketua Komisi IV, Maidestal Hari Mahesa, Jumadi, Iswandi Muchtar dan anggota dewan lainnya.

Dikesempatan itu Ketua  DPRD Kota Padang, Elly Thrisyanti  mengaku cukup heran terkait surat kepengurusan (SK) Baznas yang belum ada di tangan pengurus Baznas. "Maka gaji atau honor yang mereka terima selama ini tentu terkategori ilegal," ungkap Elly.

Senada, Wakil Ketua DPRD Padang Padang, Wahyu Iramana Putra juga meminta pengurus Baznas Kota Padang untuk memperlihatkan SK kepengurusannya.
Apalagi sejak dari awal, Wahyu melihat Epi Santoso dalam memaparkan program dan jawabannya tanpa pembuktian surat-surat otentik yang tentunya penting untuk diperlihatkan kepada anggota Komisi IV DPRD Kota Padang.

Di kesempatan yang sama, Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Maidestal Hari Mahesa juga meminta Epi Santoso menjelaskan informasi miring yang kini beredar di tengah-tengah masyarakat. "Informasi itu terkait pendistribusian zakat yang ditenggarai tak tepat sasaran. Begitu juga masalah pemberhentian pegawai Baznas yang terkesan sewenang-wenang tanpa penjelasan," tukas Esa.

Sementara Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Partai Golkar, Jumadi meminta penjelasan dari Ketua Baznas Epi Santoso terkait bantuan Baznas Padang ke luar Kota Padang. Seperti bantuan untuk memperbaiki rumah korban gempa di Aceh.
"Sementara di Kota Padang sendiri masih banyak warga yang mengharapkan bantuan dari Baznas Kota Padang. Bagaimana hal itu bisa terjadi?" cecar Jumadi.

Ketua Baznas Kota Padang, Epi Santoso dalam menjawab sejumlah pertanyaan anggota dewan, mengatakan, Baznas Kota Padang tahun 2017 mendapat penghargaan khusus dari Kementerian Agama sebagai Baznas terbaik di Indonesia. Kemudian tahun 2017 - 2018 ditunjuk sebagai rujukan dalam pengelolaan zakat untuk wilayah Sumatera.
"Kondisi ini membuat Baznas Kota Padang banyak menerima kunjungan-kunjungan dari Baznas kabupaten dan kota lainnya," katanya dengan nada bangga.

Sementara terkait bantuan ke Aceh, Epi Santoso menyebutkan, dana tersebut bukan bersumber dari dana zakat, akan tetapi berasal dari program khusus dan atas intruksi Baznas Pusat untuk menggalang kerjasama bantuan kabupaten/kota. "Sama dengan intruksi penggalangan bantuan untuk Syiria dan Palestina," ungkapnya.

Mendapatkan penjelasan sedemikian, Maidestal Hari Mahesa meminta Epi Santoso dapat menunjukkan bukti surat-surat otentik terkait instruksi Baznas Pusat itu. Menurutnya, jika benar itu instruksi Baznas Pusat, tentu ada surat-surat otentiknya.
“Mohon tunjukan surat-surat tersebut kepada kami agar masyarakat Kota Padang merasa puas dengan informasi ini," cakapnya.

Terkait permintaan surat otentik seperti keinginan anggota dewan, Epi Santoso dikesempatan berjanji bakal memperlihatkannya kepada legislatif pada pertemuan berikutnya.



#mpa/ar